Sabtu, 10 Juni 2017

DESKRIPSI DIRI

(ME)
Pada tulisan kali ini saya akan mendeskripsikan tentantang diri saya,untuk tugas kuliah.

Nama saya Qamarul Akhyar tetapi teman-teman saya bisa memanggil saya dengan akhyar, saya lahir di jakarta 13 maret 1996, saya anak pertama dari 2 bersodara adik saya bernama Nadhilah Sharfina berumur 7 tahun.

Saat ini saya tinggal di daerah Bogor tepatnya di jonggol saat ini saya tengah menempuh pendidikan di gunadarma dan saya pernah bersekolah di Sdn 05 pagi jakarta pusat saya Sd di jakarta sebelum akhirnya saya pindah ke bogor pada kelas 4 pada saat saya tinggal di bogor saya melanjutkan sekolah saya di sdn 01 cipecang dan SMP saya di SMP 02 jonggol , setelah selesai SMP saya melanjutkan ke SMAN 1 jonggol, dan saat ini saya masih melanjutkan studi saya di Universitas Gunadarma Depok jurusan Manajemen.

Saya suka sekali dengan bersebedah menurut saya dengan bersepedah dapat menjaga kesehatan, saat ini kebanyakan orang cenderung malas berolahraga. Makannya saya suka sekali berolahraga sepedah karena menurut saya olah raga sepedah adalah olahraga yang simple dan murah.

Cukup sekian tentang diri saya, semoga dengan membaca ini lebih bisa mengenal saya lebih jauh lagi. TERIMAKASIH.

Sabtu, 29 April 2017

Kasus Etika Bisnis Perusahaan Luar Negri dan Dalam Negri



1. Perusahaan Luar Negri
Johnson & Johnson adalah perusahaan manufacture yang bergerak dalam pembuatan dan pemasaran obat-obatan dan alat kesehatan lainnya di banyak negara di dunia. Tylenol adalah obat rasa nyeri yang di produksi oleh McNeil Consumer Product Company yang kemudian menjadi bagian anak perusahaan Johnson & Johnson. Tingkat penjualan Tylenol sangat mengagumkan dengan pangsa pasar 35% di pasar obat analgetika peredam nyeri, atau setara dengan 7% dari total penjualan grup Johnson & Johnson dan kira-kira 15 hingga 20% dari laba perusahaan itu.
Pada hari kamis tgl 30 September 1982, laporan mulai diterima oleh kantor pusat Johnson & Johnson bahwa adanya korban meninggal dunia di Chicago setelah meminum kapsul obat Extra Strength Tylenol. Kasus kematian ini menjadi awal penyebab rangkaian crisis management yang telah dilakukan oleh Johnson & Johnson. Pada kasus itu, tujuh orang dinyatakan mati secara misterius setelah mengonsumsi Tylenol di Chicago. Setelah diselidiki, ternyata Tylenol itu mengandung racun sianida. Meski penyelidikan masih dilakukan guna mengetahui pihak yang bertanggung jawab, J&J segera menarik 31 juta botol Tylenol di pasaran dan mengumumkan agar konsumen berhenti mengonsumsi produk itu hingga pengumuman lebih lanjut. J&J bekerja sama dengan polisi, FBI, dan FDA (BPOM-nya Amerika Serikat) menyelidiki kasus itu. Hasilnya membuktikan, keracunan itu disebabkan oleh pihak lain yang memasukkan sianida ke botol-botol Tylenol. Biaya yang dikeluarkan J&J dalam kasus itu lebih dari 100 juta dollar AS. Namun, karena kesigapan dan tanggung jawab yang mereka tunjukkan, perusahaan itu berhasil membangun reputasi bagus yang masih dipercaya hingga kini. Begitu kasus itu diselesaikan, Tylenol dilempar kembali ke pasaran dengan penutup lebih aman dan produk itu segera kembali menjadi pemimpin pasar.

Analisis:
Kasus ini merupakan contoh kasus dimana perusahaan telah melanggar kode etis dengan tidak memperhatikan keselamatan dari konsumen Dalam kasus tersebut dapat dianalisis bahwa produk j&j yang bernama tylenol itu mengandung racun sianida. Yang sangat berbahaya bagi tubuh seseorang dan dapat menyebabkan kematian semua inventaris Tylenol ditarik dari semua rak supermarkets dan drugstores secara nasional, dan semua produksi Tylenol berhenti. Esensinya, adalah bahwa J&J tidak akan pernah lari dari tanggung-jawab pada publik, dan secara proaktif memperbaiki perilakunya sendiri, meski indikasinya kemudian mulai mengarah ke tindakan usil, dan bukan kebocoran kualitas di pabrik-pabrik tylenol.

Pendapat:
Dalam kasus ini PT. Johnson & Jhonson telah kecolongan dalama memperoduksi produknya seharusnya PT. J&J harus lebih memperhatikan dengan ketat kembali produk  yang mereka produksi agar tidak ada korban atas produk tersebut..

2.Perusahaan Dalam Negeri
Komisaris PT KAI (Kereta Api Indonesia) mengungkapkan bahwa ada manipulasi laporan keuangan dalam PT KAI yang seharusnya perusahaan mengalami kerugian tetapi dilaporkan mendapatkan keuntungan.
“Saya mengetahui ada sejumlah pos-pos yang seharusnya dilaporkan sebagai beban bagi perusahaan tapi malah dinyatakan sebagai aset perusahaan, Jadi disini ada trik-trik akuntansi,” kata Hekinus Manao, salah satu Komisaris PT. KAI di Jakarta, Rabu.
Dia menyatakan, hingga saat ini dirinya tidak mau untuk menandatangani laporan keuangan tersebut karena adanya ketidak-benaran dalam laporan keuangan itu
“Saya tahu bahwa laporan yang sudah diperiksa akuntan publik, tidak wajar karena sedikit banyak saya mengerti ilmu akuntansi yang semestinya rugi tapi dibuat laba,” lanjutnya.
Karena tidak ada tanda-tangan dari satu komisaris PT KAI, maka RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT Kereta Api harus dipending yang seharusnya dilakukan pada awal Juli 2006.

Analisis:
Dalam kasus ini PT. KAI mengalami manipulasi laporan keuangan yang telah dilakukan oleh karyawan PT,KAI bagian akuntansi. disi pelanggran tersebut merupakan manipulasi keuangan dan PT.KAI mengalami kerugian atas perbuatan tersebut.

Pendapat:
karyawan PT.KAI tidak memiliki sikap berperilaku jujur dan merusak etika bisnis.karena oleh sebab mereka PT.KAI mengalami kerugian yang cukup besar .dan PT.KAI seharusnya bisa memilih kembali karyawan yang mempunyai etika bisnis yang baik.

 




Minggu, 12 Maret 2017

Tips Awal Membuka Usaha Baru


Sebagian besar orang khususnya anak muda bertanya-tanya bagaimana cara membuka usaha yang benar dengan baik ada beberapa cara atau bagaimana awal cara untuk membuka usaha baru !!!

1. Tentukan ide usaha. Sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat. Banyaknya pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang mereka sukai. Sehingga kita akan selalu berusaha mengembangkan bisnis yang kita miliki, dengan perasaan senang hati tanpa ada kejenuhan ataupun rasa bosan yang sering muncul. Selain itu dapat juga memulai usaha baru yang belum pernah ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik, atau membuka usaha yang telah banyak dipasaran namun memiliki peluang pasar yang masih besar.

2. Ciptakan visi dan misi usaha. Sebuah usaha harus mempunyai visi dan misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terstruktur dengan baik untuk menunjang pengembangan usaha yang dibangun.

3. Action. Sebaik apapun ide usaha yang kita punya, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika kita tidak segera bertindak. Mulailah usaha yang kita rencanakan dengan penuh keyakinan dan ketekunan, karena menjalankan sebuah usaha hingga mencapai kesuksesan membutuhkan perjuangan dan perjalanan yang cukup panjang dengan kerja keras yang harus dijalankan.

4. Selalu belajar dan lakukan pengamatan. Amati usaha orang lain apa dan yang mereka buat dan amati peluang apa saja yang sedang ada di pasaran apa yang sedang jadi tren di pasaran saat ini dan lakukan inovasi inovasi akan produk yang kita buat agar produk kita menjadi beda dari yang lain dan memiliki ciri ciri khusus tersendiri,selalu belajar dari kesalahan apabila gagal dalam hal yang telah kita coba jangan lah berhenti terus melakukan inovasi dengan produk yg kita punya dan selalu belajar atau sekedar bertanya dengan para pengusaha yang sukses lebih dari kita.

5. Hadapi dan nikmati hambatan atau kegagalan. Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan akan ada kemudahan jika kita mau bekerja keras. Tanpa kita sadari, dalam keadaan terdesak kreativitas seseorang akan meningkat untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Oleh karena itu, hadapi serta nikmati hambatan usaha karena akan menguatkan mental usaha kita dan menambah kemampuan kita dalam membangun usaha.

6. Bersukur kepada tuhan. Seringkali kita lupa akan artinya bersukur kepada tuhan akan segala nikmat dan rezeki yang telah diberikan dengan bersukur kepada tuhan apa yang telah kita punya maka kita akan menjadi mahluk ciptaannya yang pandai bersukur ,dan semoga kedepannya semuah rezeki yang kita terima akan di lipatganadakan oleh sangmaha pencipta.

PESAN
Kunci kesuksesan memulai usaha adalah berani menjadikan mimpi kita menjadi ide bisnis yang nyata. Jangan pernah takut gagal dalam memulai bisnis, karena setiap kegagalan akan memberikan pelajaran berharga bagi langkah bisnis Anda. Salam sukses.


Sabtu, 11 Maret 2017

ETIKA BISNIS


PENGERTIAN ETIKA
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti : kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
*Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”
* Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR  "etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. "
*Menurut Magnis Suseno, "Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas".

contoh-contoh etika dlm kehidupan sehari-hari,yaitu :
1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkah laku yang baik 
Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu
1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3. Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.



Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan  bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
  • Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Contoh kasus etika bisnis:
1. Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.
2. Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp.500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar,sehingga setelah diterima,mereka harus membayarnya. Kemudian pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan mengikuti transparasi.
3. Pada tahun 1990 an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Enron sukses memasok enegrgi ke pangsa pasar yang bergitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Dan data yang ada dari skilus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming indutri energi, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai ”spark spead” Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada dipasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan.. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001. 

Berdasarkan referensi-referensi dan contoh diatas. saya sependapat etika bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah yang harus dipelajari oleh semua perilaku bisnis. karena menurut saya dalam berbisnis sangat penting untuk beretika dan melakukan persaingan yang sehat antar pelaku bisnis. kita dapat melihat di contoh diatas pelaku bisnis yang menggunakan etika dalam berbisnis akan mengikuti transparansi, kejujuran, dan nilai-nilai moral yang baik. sedangkan pada contoh ketiga ialah contoh kasus yang melakukan penipuan dan penyesatan. sangat tidak bagus dan merusak nama dan citra perusahaan.



Jumat, 26 Juni 2015

Tugas Akhir Soft Skil

Nama kelompok:
Andrew Christian (11214140)
Fuad Azhar          (14214399)
Ryandi Novriyan  (19214900)
Qamarul Akhyar   (18214641)

Kelas 1EA10

Text
The term market, as used by economists,is an extension of the ancient idea of a market as a place where people gather to buy and sell goods. In former days part of a town was kept as the market or marketplace, and people would travel many kilometers on special market days in order to buy and sell various commodities. today, however, markets such as the world sugar market, the gold market and the condition market do not need to have any fixed geographical location. Such a market is simply a set of conditions permitting buyers and sellers to work together
In a free market, competition takes place among sellers of the same commodity, and among those who wish to buy that commodity. such competition, influences the prices prevailing in the market. Prices inevitably fluctuate and such fluctuations are also affected by current supply and demand.
Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way; by letter, by telephone or through their agents. In a perfect market, communications are easy, buyers and sellers are numerous and competitions is completely free. In a perfect market there can be only one price for any given commodity; the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay. There are, however, no really perfect market, and each commodity market is subject to special conditions. It can be said however that the price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet. (Taken from A rapid course in english for students of economics).

Question
1.  What is the main idea paragraph 1?
2.  What is the difference between the market in former days and today?
3.  What is the main idea  paragraph 2?
4.  Describe the competition in a free market?
5.   Why the prices inevitably fluctuate?
6.   In what conditions in a market created?
7. What three means are mentioned by which buyer and seller can commuicate if they do not meet in person?
8.  What are the characteristics of a perfect market?
9.  What price operates in a perfect market?
10 What does the ruling price indicates?

Answer No 5 and 6
Nama :Qamarul Akhyar
Npm   :18214641

5.Because it affected by current supply and demand.

6.The market is createdby people how are willing to sell a commodity contact people how are
wiling to buy it.





Minggu, 26 April 2015

Affirmative Positive dan Negative Argeement


Affirmative Positive dan Negative Argeement

      Affirmative Positive
Merupakan (kesesuaian)  yang di gunakan ketika seseorang melakukan sesuatu dan menambahkan bahwa ada orang lain yang melakukan hal yang sama. Denagan menggunakan too and so.

Rumus;
1.Too : Subject + auxiliary verb + too
2.so    : So + auxiliary verb + subject

Example:
-Iam happy, and you are too.
-iam happy,and so are you.

     Negative Argeement
Hampir serupa dengan affirmative  namun dalam kalimat negative agreement menggunakan kata either_neither.

Rumus;
1.Either        : Subject + auxiliary verb + either auxiliary
2.Neither     : Neither  positive + auxiliary verb + subject

Example:
-I didn’t see maria this morning ,and john didn’t either
-I didn’t see maria this morning and neither did john

TUGAS KELOMPOK
‘’1EA10”
Nama Kelompok
Qamarul Akhyar     (18214641)
Fuad Azhar              (14214399)
Ryandi Novryan     (19214900)
Andrew Christian   (11214140)

No soal 6 dan F
6.I like to go to sciene fiction movie,and laura...../........
     1.Too: I like to go to sciene fiction  movies and laura do too
     2.So  :So do I
F. I don't have a car
     1.Neither  :Neither do I
     2.Either    : I don't either

Senin, 30 Maret 2015

Direct Objects and Inderect Objects




DIRECT OBJECTS AND INDERECT OBJECTS


Direct objects
Direct objects are nouns, pronouns, clauses and phrases. Direct objects follow transitive verbs (action verbs that require something or someone to receive the action). You can identify the direct object by using this simple formula: subject + verb + who? or what? = DIRECT OBJECT. Try using this formula to determine the direct object as you consider the following example:
Example 1: Dennis and Susan ate omelets for breakfast.
The subject is “Dennis and Susan,” and the verb is “ate.” Next ask yourself the question “who or what?” about the verb “ate.” What did the subject, Dennis and Susan, eat? They ate omelets. Therefore, the direct object is “omelets.”
Consider the following example to find the direct object that follows a clause or phrase:
Direct objects are nouns, pronouns, clauses and phrases. Direct objects follow transitive verbs (action verbs that require something or someone to receive the action). You can identify the direct object by using this simple formula: subject + verb + who? or what? = DIRECT OBJECT. Try using this formula to determine the direct object as you consider the following example:

Indirect objects
Indirect objects are nouns or pronouns that identify to whom or for whom the action of the verb is performed, as well as who is receiving the direct object. Indirect objects are seen infrequently. In order to have an indirect object, there is a direct object. The indirect object typically precedes the direct object and is identified by asking who or what received the direct object. Consider the following examples:
Example 1: Samuel sent his aunt a postcard from Martha’s Vineyard.
“Samuel” is the subject, and “sent” is the verb. Ask the question “sent what?” “A postcard” is the direct object. To determine the indirect object, ask who received the direct object. “His aunt” is the indirect object.
Example 2: Marc paints the house for his family.
“Marc” is the subject, and “paints” is the verb. Ask the question “paints what?” “The house” is the direct object. To determine the indirect object, ask for whom did the subject do the action? “For his family” is the indirect object.
Sometimes an indirect object comes before the direct object. Consider the following example:
Example 3: Alexa gave me her algebra notes.
“Alexa” is the subject, and “gave” is the verb. Ask the question “gave what?” “Algebra notes” is the direct object. To determine the indirect object, ask for whom did the subject do the action? “Me” is the indirect object, and it came before the direct object in this sentence.

Tugas Kelompok
"1EA10"
Nama Kelompok
Andrew Christian (11214140)
Fuad Azhar            (14214399)
Ryandi Novryan   (19214900)
Qamarul Akhya    (18214641)




Soal 
12. i'ii tell ann i saw you 
13. am like paul
 jawab
12. A said that he/she would tell ann he/she had seen your
13. A said that he/she liked paul